Stand Toward The Gate

images (1)Malam itu aku baru aja kembali dari rumah ke dayah setelah mengobati gigi yang sedang sakit. Begitu aku melangkah ke arah pintu gerbang aku melihat sesosok lelaki yang sedang mengais tong sampah di depan pintu gerbang. Seorang pemulung. Hal yang biasa.

Biasa?

Tidak. Malam itu aku merasa tidak merasa biasa. Pemandangan itu sedikit mengusik hati. Lelaki itu hanya mengenakan celana kain hitam pendek, baju kaos lengan pendek, bertopi hitam membawa sebuah karung besar setengah terisi aqua gelas dan sebuah lampu senter kecil. Di malam yang dingin seperti ini tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari aqua bekas pakai. Mencari sesuap nasi. Apakah dia mengambil semuanya? Oh kawan! dia menyisakan sedikit botol aqua gelas di dalam tong sampah. Tidak serakah walau kekurangan. Subhanallah..

Adalagi cerita lain tentang penyapu jalanan di depan dayah ku. Seorang penyapu jalanan yang terdaftar bekerja pada Pemda Banda Aceh. Aku tahu dari baju ‘dinas’ yang dikenakannya. Bagian depan dayahku itu  termasuk luas. 100 m? Sepertinya lebih. Aku tidak pernah menghitung pasti. Menyapu seluruhnya tentu sangat melelahkan. Namun tidak bagi penyapu jalanan yang satu ini. Dia dengan tekun menyapu setiap helai daun yang berguguran atau sampah-sampah di jalanan setiap pagi.

Namun suatu hari ada sebuah hal yang buat aku terkejut.

Waktu itu aku sedang jogging di Jalan Pocut Baren. Sebuah jalan protokol yang memotong Jalan Syiah Kuala (tempat dayahku berdiri) didekat Dayahku Darul Ulum. Dari kejauhan aku melihat penyapu jalanan itu. Masya Allah! Dia menyapu sampai situ. Kalau aku taksir dari ujung sisi Darul Ulum sampai ke tempat dia berada jaraknya lebih dari 1 KM ! *hening..

Entah memang tugas menyapu nya sejauh itu atau apa, tapi jarak ini memang sangat jauh bukan? Dengan jarak sejauh itu, berapakah gajinya?

~~~~

Kadang aku merenung tentang dua sosok itu. Betapa pun susahnya aku hidup di dayah [sebut saja tidak ada uang :)] dan tidak bisa jajan di kantin, tapi aku masih bisa makan di dapur umum. Kalau memang ngiler liat makanan di kantin, aku masih bisa ngutang sama kawan untuk aku bayar minggu depan. Karena aku pasti dapat jatah gajian dari orang tua minggu depan.

Gajian?

Pasti?

Itu dia. Hal yang gak pernah aku pikirin selama ini. Aku udah keenakan sama yang namanya ‘pasti’ sehingga ketika ngiler liat makanan langsung ngutang. Tapi pemulung itu? Penyapu jalanan itu? Atau orang miskin lainnya. Jangankan ngiler liat makanan mikirin menu apa nanti sore aja gak bisa. Ya iyalah. Makanan aja bisa ada, bisa enggak ada. Mau ngutang? Bisa stress mikir cara balikinnya. Selain itu, karena orang tua selalu memberi uang untuk aku, aku gak pernah pikir kondisi gak punya uang. Pasti uang ‘akan selalu’ ada karena ada orang tua yang memberikannya padaku.

Seandainya aku adalah mereka sekarang. Apa yang ada di pikiranku ya?

Lihatlah orang yang lebih rendah daripada kamu. Dan janganlah kamu lihat orang yang lebih tinggi dari pada kamu. Karena mereka lebih berhak akan hal itu. Dan agar kamu tidak mengingkari nikmat yang telah Allah berikan padamu (Hadist Riwayat Muslim)

Mungkin beginilah cara kita untuk benar-benar mensyukuri apa yang ada pada diri kita dan apa yang kita miliki sendiri : Melihat ke bawah. Orang-orang di bawah kita. Orang-orang miskin. Orang-orang yang ‘anugerahkan’ pada mereka kemiskinan.

Mungkin ‘miskin’ inilah anugerah terindah Allah untuk mereka. Supaya mereka bisa lebih dekat pada Allah. Bukankah sifat manusia adalah akan lebih dekat pada Pencipta jika mereka sedang susah.

Dan ‘cukup’ inilah anugerah terindah yang Allah berikan pada kita. Agar kita melihat ke bawah bukan ke atas. Agar kita mensyukuri bukan mengingkari.

___ZamerSeven

Depan gerbang Darel Ulum 

25 Januari 2013

17:59:51.

Advertisements

3 thoughts on “Stand Toward The Gate

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s