Indonesia di Lengan Seragam Sekolah

Ketika membaca koran pagi di etalase, terkadang ada perasaan kesal menyelinap. “Kenapa berita nya ini-ini saja”. Alih-alih mencari halaman tentang dunia olahraga, pertama kali mata saya harus menatap halaman depan yang penuh dengan isu politik menyebalkan terlebih dahulu. Apa istilahnya ? Head line ?

Kebetulan senin kemarin upacara baru saja dilaksanakan. Bendera bergaris merah dan putih yang dibagi dua masih terikat di puncak. Tidak berkibar. Pernah kan terpikir tentang satu hal itu. Bendera yang tidak ditiup angin. Dari kecil, sel-sel melingkar di otak saya selalu mensinyalkan itu sebagai suatu hal aneh. Bendera tidak berkibar, apalagi sampai terlipat, selalu mengernyitkan sebelah mata saya. Tidak gagah.

Bagi saya, bendera adalah metamorfosa sebuah negara. Sebuah peradaban. Dia seperti simbol yang selalu terjahit di lengan kanan baju seragam sekolah saya. Sebuah pengenal. Maka ketika dia kotor, saya harus menyikat nya sedikit lebih lama agar hilang semua noda. Agar warna hijau dan kuning yang mendominasi gambar itu menjadi terang kembali. Seperti itulah Indonesia. Tapi warna nya bukan hijau dan kuning tapi merah dan putih yang dibelah dua. Merah putih adalah Indonesia. Dan saat ini merah putih itu sedang layu dan terlipat.

Mirip kah dengan keadaan Indonesia sekarang ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s