Thank You, Yasuko!

BeFunky_VintageColors_1.jpg

Banyak orang menganggap internet adalah sebuah dunia ilusi dimana masing-masing orang saling menyembunyikan perangai diri dari realitas yang sebenarnya. Dunia metadata tak lebih dari sebuah tempat saat wajah tidak saling bertatap dan tangan tidak saling menjabat. Maka kebohongan sangat riskan terjadi di sana. Tapi saya menganggapnya dalam pandangan lain. Bagi saya dunia maya tak ubahnya buana nyata. Tempat orang saling berhubungan, saling menyentuhkan sisi benang hidupnya dalam cara-cara yang berbeda. Bahkan dunia metadata dalam berbagai hal mampu menyambungkan dua hal berbeda yang tidak mungkin atau sukar terjadi di dunia nyata.

Dan saya pun akhirnya mengalami apa yang selama ini saya percayai…

Saya percaya bahwa ada banyak orang di luar sana yang tidak peduli siapa kau, dimana tanah lahirmu atau bagaimana rupamu bahkan tidak tahu siapa dirimu, namun karena  suatu hal mampu menyatukan hati denganmu dari rentang jarak yang amat sangat jauh: melalui dunia metadata. Seperti salah seorang yang saya kagumi pernah berkata bahwa,”Bytes-bytes kami bersinggungan dan menjelma menjadi memori. Membuat saya memiliki kenangan virtual tentang siapa saja yang pernah saya temui”. Pun begitu yang terjadi pada diri saya.

Adalah selembar kertas dengan gambar indah dengan perangko yang menghiasi bagian sudut halaman sebaliknya bernama kartu pos lah yang memandu nasib saya ke sana. Bertukar kartu pos adalah hobi yang baru saja saya nikmati belakangan ini. Saya mengirimkan kartu ke alamat yang saya print melalui sebuah situs pertukaran kartu pos di seluruh dunia. Biasanya saya mengirimkan selembar kartu pada seorang di belahan antah bumi lainnya dan akan dibalas oleh seorang di bagian dunia yang lain pula. Namun sebuah hal yang tidak biasa terkirim kepada saya suatu ketika.

Ada 8 kartu pos dengan gambar anime yang terkirim kepada saya hari itu hanya dari seorang pengirim! Sinting!

Namanya Yasuko, seorang gadis Jepang yang bekerja pada sebuah kantor pembuatan manga, sebutan untuk komik khas Negeri Sakura. Dia mengirimkan kartu yang sesuai dengan keinginan yang tertulis di wall profil akun saya. Maka betapa bahagianya saya ketika menyadarinya. Namun saya juga dihinggapi rasa cemas. Untuk menghilangkannya, saya mencoba mengirim sebuah email konfirmasi yang berisi pertanyaan: “Apakah dia tidak salah kirim?

Lalu keesokan harinya ia memberi balasan yang membuat saya berlonjak kegirangan seperti menyemangati Timnas Indonesia yang melakukan tendangan pinalti penentuan di detik-detik terakhir,

“No, it’s not a mistake. I just want to share the anime cards to those who like anime. Thank you for being a fans of our comic :)”

Yasuko

Maka pecahlah gelembung-gelembung tawa saya, mencairlah segala keluh kesah hati karena pelajaran sekolah, dan melonjaklah semangat saya untuk terus melanjutkan hobi yang satu ini.

Hanya sebuah kalimat yang mengisyaratkan bahwa saya menyukai komik buatan negeri mereka, namun Yasuko langsung mengirimi saya dengan berlembar-lembar kartu bergambar anime. Sungguh, bukan saling-mengenali yang menghubungkan kami, tapi kesamaan hobi dan kesukaan lah yang melakukannya.

Saya dan Yasuko mungkin memang tidak saling mengenal secara utuh laiknya dua orang teman yang sedang berpisah jauh. Tautan salam kami hanyalah beberapa kata basa-basi di dinding profil akun dan tatapan muka kami hanyalah sepasang foto yang bertengger di sisi kiri atas situs. Tapi kartu pos berhasil menjadi jembatan penghubung sebuah samar yang tercipta karena jauhnya rentang jarak. Dan dunia metadata adalah tiang-tiang penyangga dan tali-tali penghubung jembatan itu.

Saat kartu-kartu itu datang saya sedang dirundung kelelahan yang sangat akan pelajaran dan aktivitas yang padat. Keletihan itu seudah demikian memuncaknya hingga hampir saja saya ingin bolos sekali saja. Kartu-kartu pos kiriman Farli mungkin hanyalah selembar kertas, namun karena kejutan negeri jauh yang mengiringinya dan ketidak-biasaan yang menyelimutinya, mereka telah menjadi sebuah oase di tengah aktivitas yang menyibukkan dan penggetar kaki yang lelah berjalan.

Kini saya berharap semoga takdir saling menautkan benang-benang hidup kami dalam kehidupan nyata. Yasuko yang akan datang menikmati alam Indonesia atau saya akan menjelajahi Negeri Matahari Terbit hanya untuk mengucapkan terima kasih  padanya.

Maka bergembiralah mereka yang mencipta kehangatan melalui tali dunia maya!

Salam; 

amplop depan.jpg amplop belakang.jpg

Advertisements

7 thoughts on “Thank You, Yasuko!

  1. Ouwh, kisahnya hampir mirip tp tmn sahabat pena saat suka mjalah bobo kita ktmu dan sharing perangko”. Prangko dlm ngri n luar ngri, smpai skrg blm ktmu orangnya wlau hanya mlihat dr foto. :)

    Like

    • wah, termasuk beruntung itu. Saya belum pernah lihat wajah aslinya karena poto profil dia di situs itu bukan wajahnya sendiri, melainkan bunga!

      terima kasih Yuyu, sudah mengintip-intip tulisan saya di sini :)

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s