Satu Muharram

darululumnight.jpg

Satu Muharram kembali datang dan saya menyambutnya dengan terus menggelas ilmu pengetahuan di dayah yang hampir menggenapi enam tahun di sisi. Malam ini tidak ada apa-apa yang bisa saya sodorkan untuk pergantian tahun Hijri. Hanya ada beberapa santri lain yang berangkatan di bawah saya. Langit cerah. Semarak. Masjid Baiturrahman mengkidungkan ayat-ayat langit sejak selepas Isya. Sebuah acara menyambut 1435 Hijriyah sedang berlangsung di tengah kota. Andai ada sistem konstelasi di kota Banda, maka sudah pasti saya katakan Mesjid bersejarah itu sebagai matahari pusatnya. Sedang bangunan-bangunan remeh di sekitarnya tak lain adalah sekumpulan planet dan masyarakat yang berduyun-duyun masuk ke lingkaran komplek Baiturrahman tak lebih sebagai asteroid-asteroid yang hilir mudik tak tentu arah.

Ah, betapa inginnya saya menyambut malam istimewa ini di sana…

***

Darul Ulum Islamic College, 4 November 2013 [20:56 PM]

Sepulang Isya, saya kembali ke kamar. Merencanakan sesuatu untuk sekedar melepas rasa penat. Saya mengambil sebuah buku ketika Ade, salah seorang junior saya, memasuki kamar.

“Akhi!” Ade memanggil saya dan bertanya,”kalau di rumah, rayain satu Muharram kayakmana?”

Saya terkejut dengan pertanyaan beraroma tiba-tiba itu. Tapi kemudian saya tersenyum dan mencoba mencari jawaban. Nihil.”Biasanya apa ya? Laa adri. Tidak tahu.  Akhi udah 6 tahun selalu satu Muharram di sini. Biasanya ke Baiturrahman kan dengar ceramah” Saya mencoba jujur. Dia terdiam. Saya mencoba bertanya balik. “Maza taf’al ‘adaatan? Biasanya kamu ngapain”

“Ana kalau di rumah biasa bakar ayam,” jawabnya. Dia tersenyum. Saya tertawa. Perut saya berbunyi.

Kemudian dia melanjutkan ceritanya. “Tapi gak enak juga akhi, kalau selalu makan ayam rame-rame. Lebih enak makan sendiri.”

Demi mendengarnya saya terdiam. Kata-kata Ade terdengar seperti lonceng yang bergemerincing, memukul dada. Tiap sensor gelombangnya menyentuh sudut terdalam di hati saya. Saya tertegun.

“Lebih enak makan sendiri..” kata Ade mengiang-ngiang di dalam kepala saya.

Angin malam bertiup sepoi. Jarum jam bersikeras menunjuk angka setengah dua belas. Saya duduk sendiri di lantai tiga bangunan gedung sekolah. Balkon kecil yang terbuka lebar ini langsung menghadap ke tengah kota. Menyuguhkan kelipan sinar-binar lampu yang menerangi Banda Aceh tiap malam. Seperti cahaya lampu yang menerangi buku-buku kami para santri hingga Candra berdiri tegak di atas kepala langit.

Malam ini saya mencoba berdamai dengan nasib. Tidak pergi ke Baiturrahman bukan berarti tidak bisa merayakan satu Muharram. Bahkan saya masih bisa untuk merayakannya sekedar dengan duduk di atas sini. Hanya ada saya dan diri saya sendiri. Kami bercengkrama, mengobrol seperti sepasang teman yang sudah terlalu lama berpisah. Kata-kata Ade tadi mengingatkan saya.

Bukan… bukan tentang potongan ayam yang nikmat disantap. Tapi tentang menyepi. Mencari tempat untuk menyendiri…

Sudah berapa lama saya tidak memperhatikan diri sendiri. Bercermin tentang kekurangan dan laku buruk yang sering tertunaikan. Lalu mencari sebuah pembenaran dari sebuah kejelekan yang acap kali menorehkan tinta hitam di buku amal. Kesibukan saya di dayah membuat saya melupakan bagian diri saya yang satunya. Tempat saya untuk membandingkan amal. Kini saya sadar bahwa Satu Muharram dan diri sendiri merupakan perpaduan yang memikat dan salah satu hal yang patut saya syukuri. Saya tersadar bahwa seringkali saya lupa menghaturkan maaf pada bagian diri yang lain dan mengikat janji untuk memperbaiki diri menuju laku yang lebih baik. Setidaknya saya tersadar…

Selamat satu Muharram! Semoga kau temukan bagian lain dirimu yang senantiasa menjadi pengingat akan tindak tanduk burukmu. Sampaikan salam terhangat saya untuk keluargamu dan orang-orang yang kau cintai.

Saleum; A

Advertisements

5 thoughts on “Satu Muharram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s