Bertaut, Untuk Guru-guru Saya dan Karib Saya yang Lain

Yogyakarta, 28th January 2015 [02:16pm]

Entah berapa kali pagi mengucap selamat datang dan kami selalu bertukar gurau tentang hal yang sama.

Tentang guru-guru kami yang tak kunjung menikah atau guru ini yang sedang dekat dengan seseorang itu. Terkadang kami memutar Baraka Allah milik Maher Zain dan (lagi-lagi) bercanda tentang hubungan asmara guru-guru kami, yang sudah kami anggap layaknya ayah, abang dan kakak kami sendiri. Beberapa karib iseng membuat diagram-diagram acak hubungan antara guru ini dengan seseorang itu, tingkat kecakapan, level kecocokan, kemudian memaripurnakan postulat bahwa guru ini tidak cocok dengan seseorang yang itu, walaupun sudah terlalu banyak angka jelek di rapor mata pelajaran berhitung kami. Dan kami hanya mampu menyimpul senyum atau sesekali membuncahkan tawa. Tapi selalu juga, setangkup doa untuk mereka.

Beberapa kali saya berpikir, jika urusan belah-belahan jiwa ini ada di tanganNya, saya yakin jarak yang memisahkan keduanya tak akan berjauhan. Mungkin letak jalan hidup mereka sedang berada dalam posisi paralel, berjalan berdampingan tanpa pernah tahu takdir ke depan, sementara persimpangan sedang menunggu mereka di tempat terindah yang akan mereka datangi.

Lalu perlahan, musim dan bulan berganti berjalan. Dan satu-satu dari mereka akhirnya melabuhkan hati pada seseorang. Seseorang yang bayangannya pun sebenarnya telah “terlihat” di tiap saat guru-guru saya berjalan.

Ah, saya salah mengira! Ternyata taut hidup mereka bukan seperti jalan yang paralel, tapi layaknya gulungan benang yang acak-acakan sementara kedua ujungnya sedang menunggu untuk dipersatukan. Tidak bersimpang, keduanya bertaut dari asal yang sama.

Mereka, dekat. :)

Sepanjang tahun 2014 yang lalu, silih berganti guru-guru saya mengikat janji dengan masing-masing ‘seseorang’ mereka. Sayang sekali sebagian besar pernikahan tidak sempat saya hadiri, untuk sekedar mendengar ijab qabul dan meleburkan kebahagiaan. Tapi setidaknya di tiap mention ataupun tag yang guru-guru saya sertakan di akun ranah maya, senantiasa saya berdoa agar Allah berkenan melayangkan selembar berkah di tiap remah langkah perjalanan hidup mereka.

Semoga saja suatu waktu kelak, saat rumah memanggil pulang, kita semua bisa berkumpul. Saya dan teman-teman lainnya di serambi rumah beliau semua, untuk berbagi cerita dengan secangkir rasa rindu yang berlarut-larut.

Dan semoga saja sewaktu momen itu tiba, saya dan karib saya yang lainnya sudah punya beberapa orang murid dari guru-guru kami sendiri. :)

We ask Allah to make your love last forever. Selamat melangkah ke halaman baru kalian masing-masing!

BaarakumuLlahu lakum wa ‘alaykum wa jama’a baynakum fi khayr…

Advertisements

2 thoughts on “Bertaut, Untuk Guru-guru Saya dan Karib Saya yang Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s