This is My Aceh, How’s yours?

Hidup saya ada di sini. Semuanya. Ayah Ibu Kakek Nenek semua bernafas Aceh. Sekolah saya juga di Aceh. Guru saya di Aceh. Ilmu saya dari Aceh! Sepanjang hidup saya selama 17 tahun, sebagian besar saya habiskan di sini. Aceh. Semua emosi pernah saya rasakan selama menginjakkan kaki di sini.Aceh. Cubitan kecil, tamparan hebat. Semuanya.

Saya rasakan kehangatan matahari pertama saya di sini. Saya menghirup nafas pertama saya di sini. Memeluk erat tubuh manusia yang kelak akan saya panggil ibu pertama kali di sini. Aceh. Saya menangis, menjerit, berteriak pertama kali di sini. Aceh.

Makanan nya yang merangsang kelenjar untuk mengeluarkan liur. Penuh gizi dan kaya nutrisi. Timphan, Plik U, Eungkot Paya, Kanji Rumbi, Sie Reuboh, Masam Keu’eueng. Brr.. bikin lapar!

Ketika konflik berdarah berkepanjangan mencabik darah dan impian insan Aceh di hamparan sejarah, saya rasakan marah. Saya memang tidak merasakan kerasnya konflik secara langsung. Ketika itu saya sedang berada di sebuah kota Pulau Jawa menemani Orang tua mengejar ilmu. Tapi saya rasakan kengerian ketika bersama Ayah  menyempatkan pulang ke Aceh untuk menziarahi makam kakek. Semua lelaki hilang. Raib. Kata nenek  sedang bersembunyi. Saya takut. Bagaimana dengan Ayah? Tapi Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa ketika itu.

Tidak lama setelah itu, Semua mengangkat tangan. Kertas di tanda-tangani, senjata di bakar, tangan-tangan saling menyambut, wajah ceria menyeruak. MoU. Semua mengangkat tangan. Berdamai, kata orang. Antara pejuang negeri Ini dengan pejuang negeri Aceh, katanya. Semua bahagia, semua senang, semua lelah. Lelah melihat darah. Lelah mendengar bunyi tembakan. Lelah berlari. Lelah bersembunyi. Namun, inilah Aceh. Segera tangan ulur-mengulur, bahu-membahu. Berbenah. Saya kagum pada Aceh. Pada semangat nya. Pada sifat gotong-royongnya. Ya, inilah Aceh.

Lalu pelan-pelan pikiran kita terbawa pada potret air hitam. Di kalender tertulis Minggu. Tanggal 26 Desember 2004. Air laut naik ke darat. Lajunya kencang. Warnanya hitam. Setinggi pohon kelapa. Membawa semua benda yang di laluinya. Lalu kembali ke laut. Semua yang di bawanya ikut kembali ke laut raya. Ada juga yang ikut kembali ke akhirat. Saya Tercenung. Koran, majalah, televisi menyebutnya bencana terbesar sepanjang sejarah modern. Korbannya banyak. Saya tercenung. Inilah Aceh. Negeri yang disayangi Tuhan. Saya yakin. Allah menyayangi Aceh. Hanya saja edisi kasih sayangnya kali ini berjudul sendu: Tsunami

Raja nya Adil. Saya teringat beberapa tahun silam sedang berdiri di depan makam seorang insan. Dulunya dia kuat, gagah, tegas, dan bijak. Membawa Aceh ke puncak dunia bersama tebaran wangi desah nafas Islam. Di depan saya seorang raja yang adil berbaring. Membawa serta semua amal baik nya ke dunia sana. Bukan hanya amal baik saja yang di bawanya, tapi juga doa dan rasa harap seluruh rakyat akan lahirnya insan seadil dirinya. Hari lahir nya di ingat dan di doakan. Barakah. Menegakkan keadilan tanpa pandang kepala. Anaknya, Meurah Pupok adalah keadilannya. Sultan Iskandar Muda.

Di Aceh pun banyak tempat-tempat hebat. Yang indah, yang bersejarah. Ada Geurutee, Museum Tsunami, Tugu Nol Kilometer, Danau Lut Tawar, Kapal PLTD Apung: saksi bisu kekuatan tsunami, Pantai Lampuuk, dan kebanggaan Aceh Masjid Raya Baiturrahman: salah satu masjid termegah di Asia Tenggara.

Kini Aceh punya satu hal lagi yang harus dibanggakan. Itu adalah @iloveaceh. Berbagi informasi tentang Aceh, saya rasa itu adalah hal terbaik yang pernah ada dalam sejarah Aceh. Setuju?

Inilah Aceh ku. Aceh kamu gimana ?

zamerfive

Senja di Pinggir Kota Banda Aceh

Advertisements

11 thoughts on “This is My Aceh, How’s yours?

  1. wah amir.. maaf temanmu ini baru saja tau ttg blogmu .
    :(
    aku sudah baca bberapa tulisanmu dn saya pikir kamu harus lebih menulis lagi untuk pelanggan baru tulisanmu ini.
    great, barakallahulakum :)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s